Dahulu Wilayah Tompasobaru Kolonisasi adalah daerah / wilayah pemukiman penduduk yang tanahnya sebagian masih hutan dan sebagian sudah dijadikan perkebunan. Keadaan tanahnya rata dan berada dilembah, juga dikenal subur karena itu dijadikan perkebunan dan persawahan oleh penduduk yang mendiami daerah Tompasobaru walaupun sebagian tanahnya berlumpur/rawa-rawa. Dinamakan Tompasobaru oleh Pendahulu yang artinya tempat air panas. Karena dibagian barat Desa Tompasobaru satu sekarang ada air panas untuk tempat mandi penduduk Desa Pinaesaan sekarang dan Tompasobaru.
Akhir tahun 1924 dan permulaan tahun 1925 terjadi pembukaan lahan perkebunan oleh penduduk pada waktu itu, kemudian penduduk mulai tinggal menetap dan dijadikan Kampung Tompasobaru kolonisasi oleh pendahulu yang bernama Nazizmus Kasenda, J. Lumpesak, R. Kontu yang datang dari Desa Tokin dan Picuan.
Pada tahun 1925 mereka yang membuka perkebunan di lembah Tompasobaru naik ke pegunungan sebelah barat dan bermukim/tinggal di sana dengan nama Desa Lowian sekarang, karena pada waktu itu di lembah Tompasobaru terdapat banyak nyamuk malaria sehingga mereka belum bertahan menetap di Tompasobaru.
Kemudian tahun 1926 datanglah Orang-orang dari Tondano, Remboken, Tompaso, Sonder, Tomohon dan juga dari Motoling dan mereka tinggal menetap bermukim di lembah dan pegunungan wilayah Tompasobaru sekarang ,yang mereka namakan daerah Kolonisasi yang artinya daerah tempat perpindahan penduduk campuran etnis penduduk berasal dari daerah Minahasa Tengah dan Selatan.
Seiring dengan kedatangan Orang-orang dari daerah Minahasa Tengah, maka pada tahun 1926 ditetapkan berdirinya Desa Tompasobaru oleh pendahulu/perintis yang bernama Nazizmus Kasenda, J. Lumpesak, R. Kontu, Ruauw, Lintong dll.